Senin, 28 Maret 2011

Sistem Starter Konvensional

SISTEM STARTER
PUTARAN MINIMAL MOTOR STARTER
UNTUK MOTOR BENSIN 40 – 60 RPM
UNTUK DIESEL 80 – 100 RPM
FUNGSI UTAMA STARTER
    SEBAGAI MEKANISME PEMUTAR AWAL AGAR MESIN DAPAT HIDUP
MENGAPA MESIN SUSAH HIDUP
pada putaran rendah
  BAHAN BAKAR TIDAK TERATOMISASI(BENTUK KABUT) DENGAN BAIK PADA PUTARAN RENDAH
TEMPERATUR MESIN YANG TERLALU RENDAH
KARAKTERISITIK MOTOR STARTER YANG MAKIN RENDAH PUTARANNYA MAKIN BESAR ARUS LISTRIK YANG DIBUTUHKAN
PRINSIP DASAR
Prinsip ulir kanan
 
Tangan kiri Flemming



Karakteristik Motor Starter
Motor starter mempunyai karakteristik kerja sebagai berikut :
Makin besar arus yang digunakan oleh motor starter, makin besar momen puntir yang dibangkitkan.
Makin cepat motor, makin besar gaya electromotive yang dibangkitkan armature coil  dan makin kecil arus yang mengalir.
Prinsip Dasar Motor Starter
Pada kumparan yang dialiri arus listrik, maka pada inti kumparan itu akan timbul medan magnet.
Motor starter terdiri dari kumparan jangkar (armature coil) yang pada ujungnya terdapat komutator dan kumparan medan (field coil) yang terdapat inti besi dan mampu berubah menjadi magnet karena pengaruh aliran listrik yang diberikan.

Field coil dan armature coil dirangkai secara seri dan dihubungkan dengan arus baterai melalui komutator, maka pada armature coil akan terbangkit magnet dan pada field coil juga akan terbangkit magnet.
Magnet dari kedua inti kumparan tersebut (field coil dan armature coil) sama, maka akan saling tolak-menolak. Hal ini dapat menghasilkan putaran pada armature coil.
Faktor-faktor yang menentukan kemampuan putar dan tingginya putaran motor starter adalah :
1.Besarnya gaya magnet pada field coil
2.Besar arus yang mengalir pada kumparan
3.Banyaknya kumparan pada armature coil


Konstruksi Motor Starter Konvensional




Yoke Assy

 
1. Yoke Assy
Yoke assy terdiri dari :
1. Yoke, yang berfungsi untuk menopang (memegang) pole core.
2. Pole core, yang berfungsi untuk menopang field coil dan memperkuat medan magnet.
3. Field coil, yang berfungsi untuk membangkitkan medan magnet (kemagnetan).
4. Brush positif, yang berfungsi untuk menghubungkan arus dari field coil ke armature.

armature

2. Armature Assy
Armature berfungsi untuk merubah energi listrik menjadi energi mekanik (gerak putar).
Armature assy terdiri dari :
1. Armature coil
2. Armature core
3. Armature shaft
4. Commutator
5. Helical spline

3. Brush Holder & Brush Negatif

 
1. Brush holder berfungsi sebagai pemegang brush.
2. Brush negatif berfungsi untuk meneruskan arus dari armature coil ke massa.
Starter Cluth (overrunning cluth)

4. Starter Clutch (Overrunning Clutch)
Starter clutch berfungsi untuk :
Meneruskan putaran armature ke ring gear flywheel.
Mencegah terjadinya perpindahan putaran mesin (ring gear flywheel) ke armature.
Starter clutch terdiri dari :
1. Outer barrel /clutch housing
2. Clutch roller
3. Inner barrel /inner race (disatukan dengan pinion gear)
4. Pinion gear
5. Spring
6. Spline tube
 

Cara Kerja Overruning Cluth

1. Saat Start
Outer barrel berputar lebih cepat dari inner barrel, sehingga clutch roller terdorong kebidang yang sempit oleh spring, dan menyebabkan outer barrel (armature) memutarkan inner barrel (pinion gear) melalui clutch roller.

 
2. Saat Mesin Hidup
Ring gear flywheel memutarkan pinion gear, sehingga inner barrel berputar lebih cepat dari outer barrel yang menyebabkan clutch roller terdorong ke bidang yang lebih besar melawan tegangan spring.  Akibatnya inner barrel tidak berhubungan dengan outer barrel untuk mencegah perpindahan putaran dari mesin ke armature.
Magnetic Switch

5. Magnetic Switch
Magnetic switch berfungsi untuk :
Mendorong pinion gear berhubungan dengan flywheel.
Memungkinkan arus yang besar dari battery mengalir ke motor starter (sebagai relay ).
Magnetic switch terdiri dari :
1. Pull in coil
2. Hold in coil
3. Contact plate
4. Main terminal (terminal 30)
5. Connecting terminal (terminal C)
6. Plunger
7. Return spring
8. Stud bolt

1. Saat Starting Switch (SS) Tertutup (On)
 
Saat Starting Switch (SS) Tertutup (On)
Aliran arus adalah :
B → SS → 50 → PC → F → A → E
B → SS → 50 → HC → E
Kemagnetan pada pull in coil dan hold in coil sama dan akan menyebabkan tertariknya plunger.
 
2. Saat Main Switch Tertutup

Saat Main Switch Tertutup
Aliran arus adalah :
B → SS → 50 → HC → E
B → MT → MS → C → F → A → E
Pada saat main switch tertutup kemagnetan pull in coil hilang karena tidak ada beda potensial dan plunger ditahan oleh kemagnetan hold in coil.
 
3. Saat Starting Switch (SS) Terbuka(Off)
 
Saat Starting Switch (SS) Terbuka(Off)
Aliran arus adalah :
B → MS → PC → HC → E
Arah kemagnetan pada pull in coil dan hold in coil berbeda, sehingga saling menghilangkan. Dan plunger kembali ke posisi semula didorong oleh return spring.
 
6. Drive Lever 

Drive Lever
Drive lever berfungsi untuk menghubungkan stud bolt dengan starter clutch untuk menghasilkan pertautan pinion gear dengan ring gear yang halus dan effisien.

Kunci kontak “ start “

1. Kunci Kontak “Start”
Aliran arus :
Battery → IG switch → term 50 → hold in coil → massa
Battery → IG switch → term 50 → pull in coil → term C → field coil → armature → massa
Terjadi kemagnetan pada pull in coil dan hold in coil yang menarik plunger melawan tegangan return spring. Saat ini motor berputar lambat agar perkaitan gigi lembut.
Motor berputar lambat karena arus listrik yang ke motor starter harus melewati pull in coil.
 
Pinion Gear Berhubungan Dengan Ring Gear Fly Wheel

2. Pinion Gear Berhubungan Dengan Ring Gear Fly Wheel
Aliran arus :
Battery → IG switch → term 50 → hold in coil → massa
Battery → term 30 → contact plate → term C → field coil → armature → massa
Kemagnetan hanya terjadi pada hold in coil yang menahan plunger yang menghubungkan terminal 30 dan terminal C melalui contact plate, sehingga arus yang mengalir ke motor menjadi besar dan motor berputar dengan momen yang besar.
Pada pull in coil tidak terjadi kemagnetan karena tidak ada beda potensial.
 
Kunci Kontak “ON”

 
3. Saat Kunci Kontak “ON”
Aliran arus :
Battery → term 30 → contact plate → term C → pull in coil → hold in coil → massa
Battery → term 30 → contact plate → term C → field coil → armature → massa
Kemagnetan pada pull in coil dan hold in coil hilang karena saling meniadakan sehingga plunger kembali ke posisi semula terdorong oleh return spring. Arus yang ke motor terputus sehingga motor berhenti berputar.


Sumber : Modul Memperbaiki Kerusakan Sistem Starter, Program Keahlian Teknik Mekanik Otomotif 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar